Cara Mudah Mempelajari Ahli Waris Zawil Furud

al-quran juz 28

AHLI WARIS ZAWIL FURUD

 

A. Pengertian Zawil Furud adalah ahli waris yang dapat bagian tertentu sebagaimana yang ditentukan dalam al-Quran maupun  sunnah.

 

B. Furud al-Muqaddarah, yakni bagian-bagian tertentu yang diterima oleh ahli waris, yakni 2/3, 1/3, 1/6, ½, ¼, dan 1/8.

 

AHLI WARIS YANG MENDAPAT 2/3

 

1. 2 orang anak perempuan atau lebih

Syaratnya :

  • Tidak ada anak laki-laki

 

2. 2 cucu perempuan atau lebih.

Syaratnya:

  • Tidak anak baik laki-laki atau perempuan
  • Tidak ada cucu laki-laki

 

3. 2 saudara perempuan kandung atau lebih

Syaratnya:

  • Tidak ada anak atau cucu baik laki-laki atau perempuan
  • Tidak ada ayah atau kakek
  • Tidak ada saudara laki-laki kandung

 

4. 2 Saudara perempuan seayah atau lebih

Syaratnya:

  • Tidak ada anak atau cucu baik laki-laki atau perempuan
  • Tidak ada ayah atau kakek
  • Tidak ada saudara kandung baik laki-laki atau perempuan
  • Tidak ada saudara laki-laki seayah.

 

AHLI WARIS YANG MENDAPAT 1/3

            Ahli waris yang mendapat 1/3 ada 2 kelompok :

1. Ibu

Syaratnya :

  • Tidak ada anak atau cucu baik laki-laki atau perempuan
  • Tidak ada dua orang saudara atau lebih baik kandung, seayah atau seibu baik laki-laki atau perempuan

 

2. Saudara seibu baik laki-laki atau perempuan

Syaratnya :

  • Tidak ada anak atau cucu baik laki-laki atau perempuan
  • Tidak ada ayah dan kakek
  • Saudara seibu tersebut dua orang atau lebih

AHLI WARIS YANG MENDAPAT 1/6

 

Ahli waris yang mendapat 1/6 ada 7 kelompok.

1. Ayah

Syaratnya:

Ada anak atau cucu baik laki-laki atau perempuan

 

2. Ibu

Syaratnya:

  • Ada anak atau cucu baik laki-laki atau perempuan
  • ada dua orang saudara atau lebih baik kandung, seayah atau seibu baik laki-laki atau perempuan

3. Kakek

Syaratnya:

  • Ada anak atau cucu baik laki-laki atau perempuan
  • Tidak ada ayah

 

4. Nenek

Syaratnya:

  • Tidak ada ibu

 

5. Cucu Perempuan

Syaratnya:

  • Tidak ada anak laki-laki atau cucu laki-laki
  • Tidak ada 2 anak perempuan atau lebih
  • Cucu perempuan tersebut bersama dengan seorang anak perempuan

 

6. Saudara seibu baik laki-laki atau perempuan

Syaratnya:

  • Tidak ada anak atau cucu baik laki-laki atau perempuan
  • Tidak ada ayah dan kakek
  • Saudara seibu tersebut tunggal

 

7.  Saudara perempuan seayah

Syaratnya:

  • Tidak ada anak atau cucu baik laki-laki atau perempuan
  • Tidak ada ayah atau kakek
  • Tidak ada saudara laki-laki kandung dan saudara laki-laki seayah
  • Tidak ada 2 saudara perempuan kandung atau lebih
  • Ia bersama dengan seorang saudara perempuan kandung

AHLI WARIS YANG MENDAPAT 1/2

 

Ahli waris yang mendapat ½ ada 5 kelompok :

1.  Suami

Syaratnya:

  • Tidak ada anak atau cucu baik laki-laki atau perempuan

2.  Anak perempuan

Syaratnya :

  • Tidak ada anak laki-laki
  • Ia tunggal

3. Cucu perempuan

Syaratnya:

  • Tidak anak baik laki-laki atau perempuan
  • Tidak ada cucu laki-laki
  • Ia tunggal

4. Saudara perempuan kandung

Syaratnya:

  • Tidak ada anak atau cucu baik laki-laki atau perempuan
  • Tidak ada ayah atau kakek
  • Tidak ada saudara laki-laki kandung
  • Ia tunggal

5. Saudara perempuan seayah

Syaratnya:

  • Tidak ada anak atau cucu baik laki-laki atau perempuan
  • Tidak ada ayah atau kakek
  • Tidak ada saudara kandung baik laki-laki atau perempuan
  • Tidak ada saudara laki-laki seayah.
  • Ia tunggal

 

AHLI WARIS YANG MENDAPAT 1/4

 

Ahli waris yang mendapat 1/4 ada 2 kelompok :

1.  Suami

Syaratnya:

  • Ada anak atau cucu baik laki-laki atau perempuan

 

2. isteri

Syaratnya :

  • Tidak ada anak atau cucu baik laki-laki atau perempuan

AHLI WARIS YANG MENDAPAT 1/8

 

Ahli waris yang mendapat 1/8 hanya satu kelompok

 

1. Isteri

Syaratnya :

  • Ada anak atau cucu baik laki-laki atau perempuan

 

ASHABAH

            Ashabah maksudnya adalah sisa, yakni sisa harta setelah dibagi-bagi kepada zawil furud. Mayoritas yang mendapat ashabah adalah ahli waris laki-laki.

 

Ashabah terbagi kepada 3 bentuk :

  1. Ashabah Binafsih, yakni sisa harta diberikan kepada seseorang atau sekelompok ahli waris.Ahli warits yang mendapat ashabah binafsih semuanya laki-laki, yakni :
  • Anak laki-laki
  • Cucu laki-laki
  • Ayah
  • Kakek
  • Saudara laki-laki kandung
  • Saudara laki-laki seaayah
  • Anak laki-laki dari saudara laki-laki kandung
  • Anak laki-laki dari saudara laki-laki seayah
  • Paman (saudara laki-laki kandung dari ayah)
  • Anak paman
  • Laki-laki yang memerdekakan budaknya

 

Contoh : Seseorang meninggal dengan meninggalkan warisan 120 juta dengan meninggalkan ahli waris sebagai berikut

  • Ibu                   : 1/6 x 120.000.000,- = 20 juta
  • Isteri                : 1/8 x 120.000.000,- = 15 juta
  • 1 anak laki2     : sisa, yakni                   85 juta

 

  1. Ashabah bil ghair : Yakni  sisa harta diberikan kepada dua kelompok ahli warits dari kedudukan yang sama, yang mana dalam pembagiannya bagian seorang laki-laki dua kali lebih besar dari seorang perempuan.

Ahli warits yang mendapat ashabah bil ghair tersebut adalah :

  • Anak laki-laki dengan anak perempuan
  • Cucu laki-laki dengan cucu perepuan
  • Saudara laki-laki kandung dengan saudara perempuan kandung
  • Saudara laki-laki seayah dengan saudara perempuan seayah

 

Contoh : Seseorang meninggal dengan meninggalkan warisan 400 juta dengan meninggalkan ahli waris suami, 1 anak laki-laki dan 1 anak perempuan, maka hasilnya :

 

  • Suami                   : ¼ x 400.000.000 = 100.000.000,-

Sisa harta : 400 jt – 100 jt = 300 jt dibagi 3

  • 1 anak laki-laki      : 2 x 100.000.000 = 200.000.000,-
  • 1 anak pr              : 1 x 100.000.000 = 100.000.000,-

 

  1. Ashabah Ma’al ghair: Yakni sisa harta diberikan kepada saudara perempuan kandung atau seayah apabila ia bersama dengan seorang anak perempuan atau seorang cucu perempuan, yang mana dalam pembagiannya seorang anak perempuan atau cucu perempuan mendapat setengah dan sisanya dibagikan kepada saudara perempuan kandung atau seayah.

Syaratnya ashabah ma’al ghair ini tidak ada ahli warits laki-laki.

 

Contoh: Seorang suami meninggal dengan meninggalkan warisan 120 juta dengan ahli warits terdiri dari :

  • Isteri                                 : 1/8 x 120.000.000,- = 15 juta
  • 1 anak pr                          : ½   x 120.000.000,- = 60 juta
  • 2 saudara pr kandung      : Ashabah ma’al ghair = 45 juta

 

MASALAH GHARAWAIN

            Masalah gharawain adalah kasus khusus di dalam ilmu faraid, yang mana dalam kasus ini ada pengecualian pembagian warisan dari yang diatur pada pembagian zawil furud.

Ada 2 bentuk kasus gharawain:

 

Bentuk I (pertama)                                         Bentuk II (kedua)

  • Suami                                                  Isteri
  • Ibu                                                       Ibu
  • Ayah                                                    Ayah

 

Pada kedua kasus di atas pendapat ibu mendapat 1/3 dari sisa (tsulus al-baqy) setelah suami atau isteri mengambil bagiannya ½ dan ¼ dan sisanya diberikan kepada ayah. Hal ini dimaksudkan agar pendapatan ayah dua kali lebih besar ketimbang ibu. Dalam kedua kasus di atas tidak boleh bagian ayah lebih sedikit dari ibu, harus dua kali lebih besar.

Contoh I : Seseorang meninggal dengan meninggalkan warisan 90 juta dengan ahli

warits sebagai berikut :

  • Suami  : ½ x 90 jt = 45 jt

Sisa harta : 90 jt – 45 jt = 45 jt

  • Ibu       : 1/3 dari sisa (1/3 x 45)  = 15 jt
  • Ayah    : Ashabah (sisa)              = 30 jt

 

Contoh II : Harta 120 juta

  • Isteri     : ¼ x 120 jt                                   = 30 jt

Sisa harta : 120 jt – 30 jt = 90 jt

  • Ibu       : 1/3 x sisa (90 jt)                         = 30 jt
  • Ayah    :  Ashabah (120 jt – 60 jt)            = 60 jt

 

Rumus Cepat

 

ð Bentuk I     Ibu mendapat 1/6 dan Ayah 1/3

 

ð Bentuk II    Ibu mendapat ¼ dan Ayah 1/2

 

 

MASALAH MUSYARAKAH

 

Masalah musyarakah termasuk masalah khusus dalam ilmu faraid. Secara bahasa musyarakah bermakna berserikat atau berkongsi. Secara istilah adalah berkongsinya antara saudara seibu dengan saudara laki-laki kandung karena saudara laki-laki kandung yang mendapat ashabah tidak memperoleh sisa harta sedikitpun. Jadi keduanya berkongsi dengan bagian yang sama.

Bentuk atau susunan masalah musyarakah ini hanya satu bentuk, yakni:

 

Suami

Ibu atau nenek

2 saudara seibu baik laki-laki atau pr

Saudara laki-laki kandung baik seorang atau lebih

 

Atau

Suami

Ibu atau nenek

2 saudara seibu baik laki-laki atau pr

Saudara laki-laki kandung baik seorang atau lebih

Saudara perempuan kandung

 

Contoh :Seseorang meninggal dengan meninggalkan warisan sebesar 120 juta dengan ahli

waris sebagai berikut:

 

  • Suami                                      : 1/2 x 120 jt = 60 jt
  • Ibu                                           : 1/6 x 120 jt = 20 jt
  • 2 saudara pr seibu                  : 1/3 x 120 jt = 40 jt
  • 2 saudara laki-laki kandung     : Ashabah

 

Dari contoh di atas terlihat bahwa saudara laki-laki kandung yang mendapat ashabah tidak mendapatkan sisa harta sedikitpun, maka berkongsi dengan bagian 2 sdr pr seibu, yakni 40 jt bagi 4 (2 sdr pr seibu tambah 2 sdr laki-laki kandung) = 10 jt. Maka setiap orang saudara memperoleh bagian 10 juta.

 

Rumus Cepat

 

1/3 x jumlah harta : jumlah ahli waris

 

Incoming search terms:

  • zawil furud
  • pengertian zawil furud
  • pengertian dzawil furud
  • ahli waris dzawil furud
  • pengertian dzawil furudh
  • ahli waris zawil furud
  • dzawil furud
  • dzawil furudh
  • zawil furud adalah
  • ahli waris dzawil furudh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *