Contoh Laporan Lengkap UKL/UPL (Bab III)

BAB III

IDENTIFIKASI DAMPAK/CEMARAN

 Dampak yang ditimbulkan baik negatif maupun positif akibat kegiatan produksi PT. ‘X’ merupakan pengembangan dari identifikasi dampak yang mungkin terjadi akhibat kegiatan operasional di wilayah kerja perusahaan. Dampak terhadap lingkungan yang terjadi berdasarkan sumber dampak dari setiap proses kegiatan industri dapat diuraikan sebagai berikut :

3.1.  Sumber Dampak

3.1.1.  Limbah Padat

Kegiatan Kantor dan Domestik

Limbah padat dari kegiatan kantor dan domestik PT ‘X’ adalah kertas dan alat tulis bekas.  Limbah padat ini bersifat bukan bahan berbahaya dan beracun (Non B3).

Proses Produksi

Limbah padat yang berasal dari kegiatan produksi perakitan komponen pesawat terbang yang merupakan kemasan bahan baku dan penolong seperti buangan botol plastic/gelas (loctate), sarung tangan karet,  limbah ini merupakan limbah non B3.  Limbah B3 berasal dari kegiatan produksi berupa kain lap terkontaminasi dan sarung tangan terkontaminasi, tisu/bemcot terkontaminasi, sisa solder serta bekas kemasan bahan baku (jirigen, drum).

3.1.2. Limbah Cair

Maintenance

Limbah cair berasal dari proses kegiatan sarana penunjang  proses produksi serta perawatan dan perbaikan mesin-mesin produksi  hanya berupa oli

Kegiatan proses produksi dan aktifitas lain

Air untuk keperluan kegiatan produksi berasal dari oleh pihak pengelola kawasan …………… dipergunakan untuk kegiatan keperluan produksi serta kebutuhan domestik seperti : toilet, musholla, taman, kantin dan cuci mobil

3.1.3. Limbah Gas

Udara di dalam pabrik

Sumber limbah berasal dari kegiatan produksi komponen yang menghasilkan …………….. dalam ruangan kerja.

Udara di sekitar pabrik

Sumber limbah berasal dari kegiatan bongkar muat barang dan transportasi kendaraan operasional pabrik yang menghasilkan asap dan debu.

3.1.4. Kebisingan

Sumber kebisingan berasal dari dalam ruangan produksi serta dari luar ruangan dari proses bongkar muat dan kendaraan operasional.

3.2.            Jenis Dampak

3.2.1. Pencemaran tanah

Pencemaran tanah disebabkan dari buangan limbah padat, ceceran solar/oli dan minyak pelumas.

3.2.2. Pencemaran air

Pencemaran air disebabkan dari limbah proses maintenance, proses produksi dan kegiatan domestik.

3.2.3.  Pencemaran udara dan kebisingan

Pencemaran udara dan kebisingan disebabkan oleh pengoperasian mesin-mesin produksi, bongkar muat barang dan pengoperasian kendaraan operasional.

 3.3.            Sifat dan tolak ukur dampak

Sifat limbah cair yang dikeluarkan oleh PT. ‘X’ . berdampak penting terhadap lingkungan hidup. Namun secara teknologi dampak penting tersebut dapat dikelola secara secara baik oleh pihak pengelola dan menjadi kewajiban kegiatan untuk penyusunan dokumen UKL dan UPL, seperti yang tercanyum dalam Peraturan Pemerintah RI No. 27/1999 dan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 86/2002.

Penurunan terhadap kualitas udara yang disebabkan pencemaran gas, debu, dan beberapan aktifitas lainnya akan dipantau secara berkala sesuai dengan PP Republik Indonesia 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, Baku Mutu Udara Ambien Nasional.

Begitu juga dengan dampak kebisingan yang diakibatkan oleh kegiatan produksi   akan mengganggu pendengaran dan kenyamanan kerja karyawan. Untuk tingkat kebisingan mengacu kepada Kep-Men KLH No. Kep-48/MENLH/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan.

Tabel 3.1. Matrik Identifikasi Dampak Lingkungan

JENIS DAMPAK BENTUK DAMPAK SUMBER SIFAT BML YANG DIACU CARA PENANGANAN
1. PADAT
LimbahPabrik   

 

 

Limbah Domestik

KertasKayu kemasanJergen/drum Skrap besi

 

 

Sampah organik, kertas, plastik

Bekas kemasan bahan bakuBekas kemesan bahan baku Bekas kemasan produksi  Kegiatan maintenance & warehousing

Kegiatan perkantoran

Tidak berbahayaTidak berbahayaBerbahaya Tidak berbahaya

 

 

Tidak berbahaya

–PP 18/1999. PP 85/1999

 

Peraturan kawasan BIIE

Dikumpulkan ditempat penampungan sementer.  Dikumpul tempat penampungan.
2. Cair
Limbah Pabrik  Limbah domestik Pelarut bekas  Cair Sisa pelarut dalam proses produksiAktifitas dalam ruangan produksi Berbahaya  Tidak berbahaya PP.85/1999 dan Kep No. 01,02,05/BAPEDAL/09/1995 Tempat penampungan  Tempat [penampungan

 

3. Gas
Gas dalam ruangan kerja gas Aktifitas dalam ruangan produksi Tidak berbahaya SE-01/Menaker/97  
4. Debu
Debu ruangan kerja Partikel debu   Tidak berbahaya    
5. Kebisingan
Bising dalam ruangan kerja Bising Operasional pabrik Tidak berbahaya SK Menaker No. 51/99  

Artikel Terkait Laporan UKL/UPL: Bab I, Bab II, Bab IV, Bab V, Bab VI, Bab VII

Incoming search terms:

  • ukl upl industri kain

One Response to Contoh Laporan Lengkap UKL/UPL (Bab III)

  1. mashuri ardiamsyah says:

    ok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *