Contoh Laporan Lengkap UKL/UPL (Bab IV)

BAB IV

INFORMASI KUALITAS LINGKUNGAN

 Lingkup studi Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantau Lingkungan (UPL) meliputi uraian komponen lingkungan yang diperkirakan terkena dampak akibat aktifitas industri. komponen lingkungan yang dikaji dalam lingkup studi ini mencakup iklim mikro, kualitas udara, fisiografi dan kualitas air.

 4.1. IKLIM

Iklim yang dimaksud dalam hal ini adalah iklim mikro yang meliputi curah hujan, temperatur, arar dan kecepatan angin serta kelembaban. Pada dasarnya faktor iklim dan meteorologi memiliki pengaruh terhadap kualitas udara. Studi iklim yang dilakukan pada areal kegiatan PT. ‘X’. berdasarkan data sekunder dan informasi yang diperoleh dari stasiun meteorologi ………………………

4.1.1.Temperatur Udara
Keadaan temperatur udara  rata-rata tahunan selama periode tahun ……………………..yang terpantau dari stasiun meteorologi ……………………..berkisar ……………………..oC  Perubahan temperatur secara umum tidak begitu bervariasi setiap tahun. Temperatur  rata-rata maksimum berkisar ……………………..oC. Sedangkan temperatur rata-rata tahunan minimum berkisar ……………………..oC.

4.1.2. Kelembaban udara

Kelembaban udara nisbi rata-rata tiap bulan selama periode ……………………..yang terpantau dari stasiun meteorologi …………………….. berkisar antara 84.0-88.5 %. Sedangkan kelembaban nisbi rata-rata tiap tahun berkisar ……. %. Pada umumnya perubahan tingkat kelembaban nisbi rata-rata tiap bulan tidak begitu besar.

4.1.3. Curah Hujan

Menurut klasifikasi Schmidt & Fergusson, di wilayah pabrik PT. ‘X’ . termasuk iklim basah (Tipy A). Hasil pengamatan stasiun Meteorologi……………………..menunjukkan kisaran curah hujan rata-rata tahunan antara 579.7- 2,5 mm/ tahun. Periode tertinggi curah hujan rata-rata bulanan (>100 mm) terjadi hampir sepanjang tahun, dimana bulan Desember termasuk bulan dengan curah hujan rata-rata tertinggi.

4.1.4. Tekanan Udara

Data tekanan udara di stasiun Meteorologi …………… menunjukkan bahwa tekanan udara rata-rata periode berkisar 1010.0-10117 mb. Pada bulan Februari tekanan udara paling tinggi dan pada bulan Mei tercatat tekanan udara paling rendah.

4.2. KOMPONEN FISIKA KIMIA

4.2.1. Kualitas Air Limbah

Kualitas air limbah disini terkait dengan kualitas air limbah domestik, seperti kantin. Secara umum parameter yang dikaji meliputi parameter fisika  dan kimia air. Dalam hal ini parameter mengacu pada baku mutu lingkungan yang merujuk kepada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 1995. Pengambilan sampel air limbah dan analisis dilakukan oleh Laboratorium ……………………..pada tanggal ……………………… Parameter yang dianalisis disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.1. Kualitas Air Limbah Pada Bak Pengelola Akhir di ……………………..

No Parameter Unit Standar Hasil Methoda
Gol I Gol II
I. Faktor fisika          
1. Temperatur oC 38 40   Expansion
2. TDS Mg/L 2000 4000   Konduktimeter
3. TSS Mg/L 200 400   Gravimeter
II. Faktor Kimia        
1. PH pH Units 6 – 9   Elektrometer
2. Iron, Fe Mg/L 5 10   AAS
3. Manganese, Mn Mg/L 2 5   AAS
4. Barium, Ba Mg/L 2 3   AAS
5. Copper, Cu Mg/L 2 3   AAS
6. Zinc, Zn Mg/L 5 10   AAS
7. Hexavalent Chromium Cr6+ Mg/L 0,1 0,5   AAS
8. Cadmium, Cd Mg/L 0,05 0,1   AAS
9. Mercury, Hg Mg/L 0,002 0,005   AAS
10. Lead, Pb Mg/L 0,1 1   AAS
11. Tin, Sn Mg/L 2 3   AAS
12. Arsenic, As Mg/L 0,1 0,5   AAS
13. Selenium, Se Mg/L 0,05 0,5   AAS
14. Nickel, Ni Mg/L 0,2 0,5   AAS
15. Cobalt, Co Mg/L 0,4 0,6   AAS
16. Cyanide, CN Mg/L 0,05 0,5   Spectrophotometer
17. Hydrogen Sulfide, H2S Mg/L 0,05 0,1   Spectrophotomete
18. Floride, F Mg/L 2,0 3,0   Spectrophotomete
19. Free Cloride, Cl2 Mg/L 1 2   Spectrophotomete
20. Free Ammonium, NH3-N Mg/L 1 5   Spectrophotomete
21. Nitrate, NO3-N Mg/L 20 30   Spectrophotomete
22. Nitrite, NO2-N Mg/L 1 3   Spectrophotometer
23. BOD5 Mg/L 50 150   Inkubasi
24. COD Mg/L 100 300   Titrasi
25. Surfactants Mg/L 5 10   Spectrophotometer
26. Phenol Mg/L 0,5 1   Spectrophotometer
27. Oil & Grease Mg/L 10 50   Spectrophotometer

 4.3. Kualitas Air Bersih pada …………………….. (Air minum)

No Parameter Unit Standard Hasil Methoda
I. Faktor fisika        
1. Temperatur oC Room Temperature ± 3   Expansion
2. TDS Mg/L 1000   conductometry
3. Turbidity NTU 5   Spectrofhotometric
4. Taste   Organoleptic
5. Odour   Organoleptic
6. Color TCU 5   Spectrophotometric
II. Faktor Kimia        
1. PH pH Units 6.5 – 8.5   Elektrometri
2. Iron, Fe Mg/L 0.3   AAS
3. CaCO3 Mg/L 500   Spectrophotometric
4. Aluminium, Al Mg/L 0.2   AAs
5. Chlorine,Cl Mg/L 250   Spectrophotometric
6. Manganese, Mn Mg/L 0.1   AAS
7. Zinc, Zn Mg/L 3   AAS
8. Sulfate,SO4 Mg/L 250   Spectrophotometric
9. Copper, Cu Mg/L 1   AAS
10. Cloride, Cl2 Mg/L 5   Spectrophotometric
11. Ammonia, NH3 Mg/L 1.5   Spectrophotometric
12. Arsenic, As Mg/L 0.01   AAS
13. Floride, F Mg/L 1.5   Spectrophotometric
14. Hexavalent Chromium Cr6+ Mg/L 0.05   AAS
15. Cadmium, Cd Mg/L 0.003   AAS
16. Nitrate, NO3-N Mg/L 3   Spectrophotometer
17. Nitrite, NO2-N Mg/L 50   Spectrophotomete
18. Cyanide, CN Mg/L 0.07   Spectrophotomete
19. Selenium, Se Mg/L 0.01   Aas
20. Lead, Pb Mg/L 1   AAS
III.Biological Properties        
23. Total Coliform Bacteria Col/100ml 0   Membrane Filter
24. Fecal Coliform Col/100ml 0   Membrane Filter

Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kualitas air PT. ‘X’. relatif baik, dimana hampir semua kadar  parameter kualitas air berada di bawah baku mutu lingkungan.

4.2.2.      Kualitas Udara

4.2.2.1. Kualitas udara indoor dan outdoor

Pengukuran parameter lingkungan khususnya udara di dalam ruangan (Indoor) dan Outdoor dimana pemilihan titik-titik pantau berdasarkan pertimbangna keterwakilan lokasi dan keberadaan potensial reseptor (dalah hal ini manusia). Pengambilan sampel    dan analisis dilakukan oleh Laboratorium ……………………..pada tanggal ……………………… Parameter udara yang diuji meliputi NOx, SO2, Dust, CH4, CO, O3, Pb dengan mengacu pada baku mutu udara ambien sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999.  Lokasi pengukuran adalah ………………………

Hasil pengukuara dan pemeriksaan kualitas udara tersaji pada tabel ……………………..

Tabel 4.5.  Kualitas Udara Indoor pada ……………………..

No. PARAMETER UNIT STANDAR RESULT METHOD EQUIPMENT
1. Toluen Mg/m3 188.0   Photoionization Gas Chromotography
2. IiSOPROPHYL Alkohol, IPA Mg/m3 983.0   Photoionization Gas Chromotography
3. Dust Mg/m3 10.0   NIDR EPAM
4. Lead,PB Mg/m3 0.1   AAS AAS
5. Copper, Cu Mg/m3 0.05   AAS AAS
6. Cadmium,Cd Mg/m3 0.002   AAS AAS

 Tabel 4.7.  Kualitas Udara  Outdoor antara ……………………..

No. PARAMETER UNIT STANDAR RESULT METHOD EQUIPMENT
Ambien Air Quality
1. Nitric Oxide, NOx mg/ m3 400/1H   Electrochemical Sensor IAQ 5000Pro
2. Sulfure Dioxside, SO2 mg/ m3 900/1H   Electrochemical Sensor Multilog 2000
3. Dust, Particulate mg/ m3 230/24H   NDIR EPAM 5000
4. Hydrocarbon, CH4 mg/ m3 160/3H   Photoionization Gas Chromotogaphy
5. Carbon Monoxede, CO mg/ m3 30000/1H   Electrochemical Sensor Multilog 2000
6. Ozone, O3 mg/ m3 235/1H   Electrochemical Sensor Multilog 2000
7. Lead, Pb mg/ m3 2/24H   AAS AAS
8. Hydrogen Sulfide, H2S mg/ m3   Electrochemical Sensor AQ5000Pro
9. Amoniak, (NH3) mg/ m3   Electrochemical Sensor AQ5000Pro

Hasil analisisi laboratorium terhadap parameter kualitas udara  sekitar lokasi pabrik menunjukkan hasil yang relatif baik. Hal ini telihat dari parameter kualitas udara  berada di bawah baku mutu yang ditetapkan pemerintah.

 4.2.2.2. Kualitas Tingkat Kebisingan

Untuk Tingkat kualitas kebisingan PT. ‘X’ melakukan pengukuran pada area kerja dan area diluar bangunan pabrik atau ambient. Standar baku mutu yang digunakan mengacu pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 51 Tahun1999.  Kualitas tingkat kebisingan di luar pabrik dan area kerja di tampilkan pada table  4.8.

Tabel 4.8. Tingkat Kebisingan  dan  Ambien

No. LOKASI UNIT STANDAR HASIL METODA
1.   dB (A) 85.0   Sound Lavel
2.   dB (A) 85.0   Sound Lavel
3.   dB (A) 85.0   Sound Lavel
4.   dB (A) 85.0   Sound Lavel

Hasil pengukuran memperlihatkan bahwa tingkat kebisingan di dalam ruangan dan di luar ruangan PT. ‘X’ masih baik atau berada di bawah baku mutu lingkungan.

4.3. Komponen  Lingkungan Biologi

Jenis tumbuhan yang ada disekitar PT.’X’ yang teridentifikasi adalah tanaman pohon karet, pisang , mangga, kelapa dan  tumbuhan liar  rerumputan seperti  ilalang. Jenis fauna yang dijumpai disekitar lokasi pabrik adalah berupa katak, tikus, ular, dan burung.

4.4. Komponen Lingkungan  Sosial Ekonomi dan Budaya

Penduduk merupakan modal dasar pembangunan suatu daerah terutama sumber daya manusianya. Kualitas penduduk membawa dampak tersendiri bagi lingkungan sekitar. Kualitas sumber daya manusia sangat erat kaitannya dengan tingkat pendidikan masyarakat. Data yang dihimpun dari Dinas Diknas Kabupaten …. Tahun ….. menyimpulkan tingkat pendidikan masyarakat …….. umumnya tamatan …….. Untuk itu program wajib belajar 6 tahun dilanjutkan menjadi wajib belajar 9 tahun.

Dari segi mata pencarian umumnya masyarakat sekitar bekerja sebagai nelayan dan hanya sebagian kecil saja yang bekerja sebagai karyawan pabrik. Jadi secara keseluruhan karyawan yang bekerja di …………………….. berasal dari pendatang berbagai daerah.

Artikel Terkait Laporan UKL/UPL: Bab I, Bab II, Bab III, Bab V, Bab VI, Bab VII

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *