Contoh Laporan Lengkap UKL/UPL (Bab VI)

BAB VI

UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN

 Untuk memastikan bahwa Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) yang ditetapkan dalam BAB V telah dilaksanakan, maka PT ‘X’ melaksanakan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai berikut:

 6.1 Pemantauan Mutu Air Limbah

Pemantauan mutu air limbah dilakukan dengan cara pengambilan sampel secara langsung ke saluran pembuangan dari WWTP, dilaksanakan secara berkala setiap 6 bulan oleh laboratorium PT ……………..  Titik pengambilan sampel  sesuai dengan rekomendasi yang tertuang di dalam dokumen UKl dan UPL yang telah disyahkan yakni  pada outlet WWTP dari PT ‘X’.

Standar baku mutu yang digunakan mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 1995 tentang Pedoman Kualitas Air Limbah Industri.

 6.2 Pemantauan Limbah Cair Industri

Limbah solar/oli/pelumas bekas adalah termasuk limbah B3 yang dikumpulkan dalam drum di area penampungan limbah B3 yang terletak dibagian samping pabrik.  Aspek yang dipantau adalah metode penanganan dan penyimpanan, kuantitas limbah cair B3 yang disimpan dan kemungkinan adanya tumpahan limbah ke lingkungan sekitar.  Pemantauan tersebut dilaksanakan secara berkala setiap bulan.

Setiap 3 bulan sekali dilaksanakan inspeksi untuk memastikan waktu dan kuantitas limbah yang diangkut oleh kontraktor.

 6.3 Pemantauan Limbah Padat Domestik, Non B3 dan B3

Limbah padat domestik yang dipantau adalah limbah kegiatan kantor berupa kertas, dipantau oleh Human Research Development untuk memastikan adanya penggunaan kembali (reuse).

Limbah padat non B3 yang dipantau adalah limbah kegiatan pabrik seperti  buangan karton, buangan pallet dan buangan plastik pembungkus.  Cara pemantauan yang dilakukan dengan mencatat inventory dan inspeksi setiap minggu untuk memastikan waktu dan kuantitas yang diangkut oleh kontraktor.  Limbah dikumpulkan ditempat pembuangan sampah di belakang pabrik.

Limbah padat B3 yang dipantau adalah limbah kegiatan pabrik seperti  kain lap terkontaminasi, sarung tangan terkontaminasi, tisu/bemcot terkontaminasi serta kemasan bekas bahan baku & penolong (jirigen, drum).  Cara pemantauan yang dilakukan dengan mencatat inventory dan inspeksi untuk memastikan waktu penyimpanan B3 tidak boleh melebihi waktu 90 hari atau 3 bulan sesuai dengan Peraturan Pemerintah dan kuantitas yang diangkut oleh kontraktor serta manifest limbah B3. 

 6.4  Pemantauan Kebisingan

6.4.1 Kebisingan Dalam Ruangan

Pemantauan terhadap kebisingan dalam ruangan diukur secara langsung dengan menggunakan sound level dan dilaksanakan oleh laboratorium PT ……………. setiap 6 bulan sekali

Standar baku mutu yang digunakan mengacu pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 51 Tahun1999.  Lokasi pengukuran adalah ruang produksi.

 6.4.2 Kebisingan Luar Ruangan (Ambien)

Pemantauan terhadap kebisingan luar ruangan diukur secara langsung dengan menggunakan sound level dan dilaksanakan oleh laboratorium PT ……………. setiap 6 bulan sekali.

Standar baku mutu yang digunakan mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun1996.  Lokasi pengukuran adalah ruang produksi

 6.5  Pemantauan Udara

6.5.1 Udara Dalam Ruangan (Indoor)

Pencemaran udara dalam ruangan dipengaruhi oleh berbagai aktivitas yang berasal dari area prodiksi beserta bahan baku dan bahan penolong yang di pakai dalam aktivitas tersebut, untuk itu dalam ruang produksi dilakukan pengambilan sampel dan kemudian dianalisis dalam laboratorium setiap 6 bulan sekali oleh laboratorium PT ……………..

Parameter udara yang diuji meliputi Toluen, IPA, Dust, Pb, Cu, Cd dengan mengacu pada baku mutu udara ambien sesuai dengan Surat Edaran Meteri Tenaga Kerja Nomor 01 Tahun 1997.  Lokasi pengukuran adalah ……………

6.5.2 Udara Luar Ruangan (Ambien)

Pencemaran udara luar ruangan sangat dipengaruhi oleh proses pengoperasian mesin, lalu  lalang  kendaraan umum dan aktivitas perusahaan tetangga  PT ‘X’.  Mutu udara ambien dipantau setiap 6 bulan sekali oleh laboratorium PT ……………..

Parameter udara yang diuji meliputi NOx, SO2, Dust, CH4, CO, O3, Pb dengan mengacu pada baku mutu udara ambien sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999.  Lokasi pengukuran adalah depan gedung …………….

 6.6 Pemantauan Aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Pemantauan aspek K3 dilaksanakan melalui inspeksi terhadap pelaksanaan Sistem Manajemen Keshatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) meliputi:

Inspeksi terhadap pemakaian alat pelindung diri di area yang beresiko tinggi seperti soldering.

Inspeksi terhadap peralatan penanganan kebakaran seperti : alat pemadam api ringan, hose reel dan pintu/tangga kebakaran.

Untuk lebih jelas, Upaya Pemantauan Lingkungan yang dilakukan oleh PT ‘X’ dapat dilihat pada Tabel 6.1 Matriks Pemantauan Lingkungan Limbah dan Cemaran dan Tabel 6.2. Pemantauan Lingkungan Pabrik dan Karyawan.

 Tabel 6.1 Matriks Pemantauan Lingkungan Limbah dan Cemaran.

 KOMPONEN LINGKUNGAN DAMPAK YANG TERJADI UPAYA PEMANTAU INSTANSI PELAPOR INSTANSI PENGAWAS
1. LIMBAH PADAT
a. Palet Bekas Estetika Pemantauan terhadap tempat pengumpulan dan proses penjualan ke pengumpul peallet bekas. PT. ‘X’ Dinas Perekonomian dan Promosi daerah,Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
b. Drum sisa oli Estetika Pemantauan drum sisa oli dan pemantauan distribusi sisa drum yang tidak terpakai untuk dijual ke scraft. PT. ‘X’ Pengendalian Lingkungan Hidup
c. Kain lap dan sarung tangan bekas Estetika dan kebersihan Pemantauan di tempat kerja dan tempat penampungan sementara serta pemantauan di tempat pembuangan sampah akhir. PT. ‘X’ Pengendalian Lingkungan Hidup
d. Kemasan karton Estetika dan kebersihan Pemantauan dalam gedung dan tempat penampungan sementara kemudian pemantauan pendistribusian penjualan ke pengumpul karton bekas. PT. ‘X’ Pengendalian Lingkungan Hidup
2. LIMBAH CAIR
a. Air limbah domestik Pencemara air tanah, air permukaan dan sumber hidup bakteri E. coli Pemantauan saluran drainase dan pengambilan sampel setiap 6 bulan sekali. PT. ‘X’ Pengendalian Lingkungan Hidup
b. Oli bekas Pencemaran air tanah dan air permukaan Pemantauan oli bekas di sekitar tempat penampungan sementara dan memastikan bahwa tempat tersebut dalam kondisi tertutup rapat sebelum dijual ke pengumpul oli bekas PT. ‘X’ Pengendalian Lingkungan Hidup
3. KUALITAS UDARA
a. ambient Penurunan kualitas udara Pengawasan berkala terhadap kualitas ambien PT. ‘X’ Pengendalian Lingkungan Hidup
b. Kebisingan Gangguan terhadap pendengaran dan kenyamanan Melakukan pengawasan terhadap seluruh karyawan yang bekerja pada pusat pembangkit agar senantiasa menggunakan air pludge yang telah disediakan PT. ‘X’ Pengendalian Lingkungan Hidup

 Tabel 6.2.  Pemantauan Lingkungan Pabrik dan Karyawan.

KOMPONEN YANG DIPANTAU ASPEK YANG DIPANTAU CARA PEMANTAUAN FREKUENSI PEMANTAUAN PELAKSANAAN PEMANTAUAN KEGUNAAN
1. BAHAN
a. Bahan Baku Jumlah dan jenis bahan baku yang masuk inventory Setiap barang masuk PT. ‘X’ Kelangsungan produksi
b. Bahan penolong Jumlah dan jenis bahan penolong yang masuk, memisahkan bahahn sesui dengan karakteristiknya inventory Setiap barang masuk PT. ‘X’ Kelangsungan produksi dan pengamanan terhadap penyimpanan bahan kimia
2. PERALATAN PABRIK
a. Mesin-mesin produksi Kondisi fisik alat dan kebisingan Visual analisa Laboratorium Visual setiap kali pemakaian dan kebisingan setiap 6 bulan sekali PT. ‘X’ Kelangsungan produksi, kesehatan dan keselamatan kerja
b. Oven Exhoust Gas yang keluar Analisa laboratorium Setiap 6 bulan PT. ‘X’ Kesehatan lingkungan
3. SALURAN AIR HUJAN Kondisi dan saluran genangan air Visual Setiap satu bulan sekali PT. ‘X’ Kesehatan karyawan dan lingkungan
4. Saluran Domestik Kondisi saluran dan kualitas air limbah yang dialiran drainase Visual dan analisa laboratorium Setiap 6 bulan PT. ‘X’ Untuk memantau kualitas air limbah
5. Fasilitas pemadaman kebakaran Berfungsi tidaknya alat, kebocoran dan penempatan Uji coba dan pemantauan penenpatan 1satu tahun sekali PT. ‘X’ Untuk mencegah kebakaran
6. Sistem Efisiensi penggunaan energi Penggunaan listrik melaui rekening Mencek Kwh meter yang terpakai Setiap bulan PT. ‘X’ Mengurangi biaya dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya mineral
7. Kesehatah karyawan dan buruh  Kondisi kesaehatan Medical record Setiap kali ada keluhan kesehatan PT. ‘X’ Kesehatan karyawan

 Artikel Terkait Laporan UKL/UPL: Bab I, Bab II, Bab III, Bab IV, Bab V, Bab VII

Incoming search terms:

  • contoh manifest limbah b3 lengkap
  • laboratorium uji analisa untuk lap ukl-upl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *