Mengenal Jenis-Jenis Bahan Sprei dan Bedcover

Sebagai calon pembeli / konsumen yang cerdas, kita harus mengetahui kualitas barang yang akan dibeli. Sehingga kita tahu persis, berapa harga jual dari suatu produk, apakah terlalu mahal, standar atau terlalu murah. Termasuk dalam hal membeli sprei maupun bedcover, kita harus mengetahui kualitasnya agar tidur kita menjadi nyaman dan juga sesuai dengan anggaran yang dimiliki. Dengan mengetahui kualitas dari jenis bahan sprei tersebut, kita bisa mengetahui dan memilah jenis bahan sprei apa yang sesuai dengan kebutuhan kita dilihat dari kenyamanan, kelembutan, keawetan, dan sebagainya. Apalagi saat ini terdapat banyak produk sprei dan bedcover yang beredar luas di pasaran, sehingga kita harus mengetahui perbedaannya.

Zaman dahulu, sprei hanyalah kain persegi yang berfungsi untuk menutupi tempat tidur agar terhindar dari kotoran maupun debu. Bahkan bahannya terbuat dari kain polos dan bermotif kasar. Namun, seiring perkembangan zaman, sprei tidak hanya berfungsi sebagai penutup tempat tidur, tapi saat ini telah menjadi penghias tempat tidur dan bahkan menjadi simbol gaya hidup. Jika anda menginap di hotel bintang 5, anda pasti akan merasakan perbedaan kualitas dari bahan sprei dan bedcover tersebut. Oleh karena itu, mengenal kualitas bahan sprei dan bedcover menjadi penting bagi calon konsumen. Berikut ini jenis-jenis bahan sprei dan bedcover yang beredar di pasaran:

1. Bahan kain TC / Poly TC

Bahan sprei jenis ini banyak digunakan oleh produsen sprei karena harganya yang lebih murah dibandingkan bahan lainnya. Bahan jenis ini hampir menguasai 50% pangsa pasar di Indonesia.

2. Bahan kain CVC (cotton viscose) / Katun Viscose

Kain CVC merupakan kain dengan bahan katun  yang memiliki komposisi 60-70% katun dan sisanya 30-40% bahan viscose atau rayon yang nyaman dan lembut. Bahan viscose biasanya dipakai di kaus, jaket, kemeja dan sebagainya. Di pasaran, bahan kain CVC biasa disebut dengan kain katun korea. Bahan kain ini umumnya digunakan golongan menengah dan kaum muda. Selain kualitas kainnya yang lembut, harganya juga tidak terlalu mahal dan termasuk bahan dengan kualitas sedang. Kelebihan lainnya dari bahan ini yaitu tidak mudah kusut.

3. Bahan kain Panca

Bahan kain Panca memiliki komposisi 65% katun dan 35% viscose. Kain ini memiliki kelebihan yaitu: bahan dingin, nyaman dipakai, tetapi tidak sehalus kain Catra. Kain Panca merupakan kain CVC buatan lokal dan diproduksi oleh Panca Agung. Keunggulan kain Panca lainnya yaitu produksi dan ketersediaan bahan yang berlanjut sehingga sangat cocok bagi anda yang ingin memproduksi sendiri (home industri). Terkadang untuk bahan impor ada kendala permintaan banyak dari pelanggan tetapi bahan sprei sudah habis dan sulit masuk lagi ke indonesia.

4. Bahan kain Catra

Bahan kain Catra memiliki komposisi 80% katun dan 20% polyester. Kain Catra bersifat lebih halus dan lebih nyaman dibandingkan kain Panca. Harga kain Catra sedikit lebih mahal dibandingkan kanin Panca karena kualitas kainnya lebih baik.

5. Bahan kain Katun Jepang / Satin Jepang

Bahan kain ini memiliki ciri khas lembut, dingin, dan halus serta warna tidak pudar meski telah dicuci berulang kali. Bahan ini memiliki susunan tenun yang khusus sehingga sangat nyaman, lebih tebal, tetapi kain lebih lemas.  Memiliki motif yang terbatas karena bahan ini diimport. Struktur anyaman katun Jepang adalah saling silang antara 1 benang dengan 4 sampai 7 benang. Semakin banyak yang menyilang terhadap benang lain, semakin lembut & halus kain tersebut. Harga bahan kain ini umumnya 2x lebih mahal dibandingkan kain CVC. Anda pasti akan merasa nyaman dan betah untuk berlama-lama di kasur jika menggunakan sprei dan bedcover di tempat tidur anda.

6. Bahan kain Twill / Canon

Bahan ini biasa disebut dengan katun Cina. Katun twill / canon memilik 2 grade dengan kualitas berbeda. Twill dengan kualitas bagus hampir sama dengan katun Jepang, perbedaanya terletak pada lebar bahan yang hanya 235 cm sehingga untuk sprei dengan tinggi 25 cm, bahan twill harus menggunakan sambungan di lipatan bagian kepala. Namun katun twill kualitas rendah lebih tipis dan warna kurang cerah. Untuk membuat baju, produsen lebih menyukai katun twill kualitas bagus. Twill kualitas rendah sering dipakai untuk membuat sprei, walau tidak sedikit juga produsen sprei yang menggunakan twill kualitas bagus.

7. Bahan kain Dobby

Katun jenis ini mengandung bahan satin seperti satin Jepang sehingga tampak berkilau dan mewah. Bahan jenis Dobby umumnya bermotif garis-garis atau kotak-kotak dan biasa digunakan di hotel berbintang.

8. Bahan kain Jacquard / King Koil

Di pasaran bahan kain Jacquard lebih dikenal dengan King Koil. King Koil sendiri merupakan nama produsen kasur / tempat tidur yang sangat terkenal di dunia. Mungkin karena kualitasnya yang sangat bagus, jadi masyarakat sering menyebutnya bahan King Koil. Bahan jenis ini bersifat lembut, dingin, 100% katun, dengan motif berpasata sehingga tidak memiliki warna yang menonjol. Memiliki warna yang sama antara motif dan background sprei. 

9.   Bahan kain Sutra / Silk

Bahan kain ini merupakan kombinasi antara katun dan sutra. Memilki sifat yang lemas dengan tekstur licin khas sutra. Nyaman digunakan, halus, tetapi sangat kuat. Campuran sutra membuat bahan ini terlihat elegan dan lembut. Kandungan katun membuat bahan ini kuat dan tahan lama.

Sobat Zahra, itulah ulasan tentang Mengenal Jenis-Jenis Bahan Sprei dan Bedcover yang dirangkum dari berbagai sumber. Semoga anda semua bisa mengetahui jenis bahan tersebut, sehingga tidak salah memilih produk.

Zahra Sprei

Incoming search terms:

  • bahan bahan pembuat bed cover
  • bahan bed cover
  • bahan sprei bonita
  • sprei hotel bintang 5
  • bahan membuat bed cover
  • katun twill
  • jenis bed cover
  • bahan untuk membuat bed cover
  • sprei jacquard
  • sprei dobby

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *