Contoh Prosedur LOTO (Lockout Tagout)

Spread the love

1.0.      PURPOSE:

            TUJUAN:

1.1       The purpose of this program is to establish a procedure or a method for making certain    that equipment or a circuit being work on is deactivated and can not be mistakenly energized.

Tujuan program ini untuk membuat prosedur atau metode untuk memastikan bahwa alat atau sirkuit kerja dalam keadaan tidak diaktifkan dan tidak dapat dialiri listrik dengan salah.

2.0.      SCOPE:

            TUJUAN:

2.1.      Applicable to all associates and contractors.

Diterapkan untuk semua pekerja dan kontraktor.

3.0.      DEFINITION:

            DEFINISI:

3.1.      (Tambahkan definisi sesuai karakteristik di perusahaan anda)

4.0.      REFERENCE DOCUMENTS:

            DOKUMEN RUJUKAN:

4.1   (Isikan dokumen rujukan di perusahaan anda atau rujukan peraturan pemerintah atau standard internasional lainnya jika ada)

5.0.      RESPONSIBILITY:

            TANGGUNG JAWAB:

 5.1.    It is the responsibility of all employees who install, repaired, and maintenance of machinery and equipment to understand the procedure and to ensure compliance to the safety requirement.

Merupakan tanggung jawab semua pekerja yang memasang, memperbaiki, dan merawat mesin dan peralatan untuk memahami prosedur dan memastikan terpenuhinya persyaratan keselamatan.

5.2.  It is also the responsibility of all employees needs to understand the procedure and cooperate with the technician who perform the work so as to ensure the program are effective.

Merupakan tanggung jawab semua pekerja yang memerlukan untuk memahami prosedur dan bekerja sama dengan teknisi yang melakukan pekerjaan untuk memastikan program berjalan efektif.

6.0.     PROCEDURE.   

            PROSEDUR

6.1     All equipment and machine repaired and maintenance are to be carried out by experience employees.

 Semua peralatan dan mesin yang diperbaiki dan dirawat dikerjakan oleh pekerja yang berpengalaman.

6.2.      Engineers and Technician who are assigned to perform the work is to make certain that equipment or a circuit being work on is deactivated and can not be mistakenly energized.

  Insinyur dan Teknisi yang bertugas melakukan pekerjaan memastikan bahwa peralatan atau sirkuit yang sedang dikerjakan tidak diaktifkan dan dan tidak dapat dialiri listrik dengan salah.

6.3.       Breakdown sign are to prominently display on the equipment or machine under repaired       or maintenance. The display sign board are to contain information listed below :

Beri tanda untuk menunjukkan bahwa peralatan atau mesin sedang diperbaiki atau dirawat. Papan tanda penunjuk tersebut berisi informasi berikut:

  •  Purpose :  repaired or maintenance

Tujuan : diperbaiki atau perawatan

  • Date and Time of work commence

Tanggal dan waktu kerja dimulai

  • Technician name doing the work

Nama teknisi yang sedang melakukan pekerjaan

  • Contact no.

Nomor kontak

  • General : DO NOT TURN ON UNLESS PERMISSION GIVEN BY THE TECHNICIAN WORKING ON IT.

 Umum : JANGAN NYALAKAN KECUALI DIIZINKAN OLEH TEKNISI YANG SEDANG MENGERJAKANNYA.

Other then the breakdown sign, the technician need to isolate the main source using    padlock for lock-out and put up Tag-Out sign at the control panel so as to avoid mistakenly activating the sources causing injury to workman and damage to the equipment and machinery. The Tag-Out tag is per attachment (Appendix B).

Selain tanda di atas, teknisi perlu mengisolasi sumber utama penggunaan alat pengaman untuk mengunci dan memberinya tanda di kontrol panel sehingga untuk menghindari pengaktifan sumber listrik secara salah yang dapat mengakibatkan kecelakaan pada pekerja dan merusak peralatan dan mesin. Tanda Tag-Out dilampirkan (Apendiks B).

6.5.      No one are authorise to remove the pad-lock and Tag-Out tag other then the technician who has put up the bag. In the case of changing shift, it is the technician responsibility to brief the other shift technician so as proper handling and taking over of work are carry out.

Tidak ada seorangpun yang mempunyai wewenang untuk mencabut kunci dan tanda Tag-Out selain teknisi yang telah memasang tanda tersebut. Dalam hal perubahan shift, merupakan tanggung jawab teknisi untuk memberikan briefing / penjelasan singkat kepada teknisi pada shift lain sehingga penanganan dan pengalihan kerja yang baik dapat dilakukan.

6.6.      If a job is carry out by a group of more then two person, it is the group supervisor responsibility to remove to Tag-Out tag before the equipment or machine can then be operate again.

Jika pekerjaan dilakukan oleh grup yang lebih dari dua orang, merupakan tanggung jawab supervisor grup untuk mencabut tanda Tag-Out sebelum peralatan atau mesin dapat dioperasikan lagi.

6.7.      Authorised & affected associates shall be brief annually.

Annual audit of the program shall be conducted. Sample of the audit form per attachment Appendix D.

Pekerja yang berwenang dan berpengaruh akan melakukan penjelasan singkat setiap tahun.

        Audit tahunan dari program akan dilakukan. Contoh formulir audit dilampirkan dalam Apendiks D.

7.0.      APPENDICS:

            APENDIKS:

7.1.            (Isikan lampiran yang diperlukan untuk melengkapi prosedur ini sesuai aplikasi di perusahaan anda)

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *