Materi Syarhil Qur’an: Solusi Penyakit Pergaulan Bebas dan Perzinaan

Spread the love

PENSYARAH:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله الذي نهانا عن الزنا الصلاة والسلام على سيد المصطفى وعلى اله وصحبه اهل الصدق والوفى: اما بعد

Dewan hakim yang arif dan bijaksana…

Para pemuda harapan bangsa…

“Premarital sexs relation woman and young people in most western see this is all right; hubungan badan antara laki-laki dan perempuan di dunia barat sana saat ini dianggap hal yang wajar-wajar saja”, demikian ungkapaN Carl Gustaf dalam bukunya “The New Morality”.

Hadirin… Fenomena tersebut kini menjadi epidemik bagi masyarakat Indonesia terutama generasi muda. Prof. Dr. Dadang Hawari mengatakan 3,5 juta lebih para pemuda kita terlibat dalam masalah pergaulan bebas dan perzinaan. Kita perhatikan, tidak sedikit anak-anak muda kita yang terbius dengan budaya pacaran, free love, free sexs, samen leven dan kumpul kebo. Tidak sedikit anak-anak gadis kita yang hamil di luar nikah. Tidak sedikit anak-anak gadis kita yang melakukan praktek aborsi, membuang bayi yang baru lahir ke tempat sampah, bahkan tidak sedikit ibu-ibu yang membunuh anaknya sendiri, dengan mencekik, mengikat dan munguburkannya hidup-hidup, na’udzubillah….

Karena itu hadirin, agar pergaulan bebas dan perzinann tidak terus merajalela, maka kita harus membendung dan mengahadangnya dengan melakukan langkah-langkah yang tepat dan akurat, cakap dan tanggap. Apa yang harus kita lakukan? Sebagai jawabannya “SOLUSI PENYAKIT PERGAULAN BEBAS DAN PERZINAAN” adalah tema yang akan kami bahas dengan landasan surah al-Isra’ ayat 32:

QORI/QORI’AH:

ولا تقربواالزنا انه كان فاحشة وساء سبيلا. (الإسراء/١٧:٣٢)

SARITILAWAH:

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (al-Isra’/17:32)

 

PENSYARAH:

Hadirin hadirat rahimakumullah……..

Demikian penegasan dan larangan Allah kepada insan-insan beriman agar jangan mendekati zina. Jika kita kaji lebih dalam, pada ayat tersebut terdapat kalimatولا تقربواالزنا  “Jangan engkau mendekati zina”, bukan ولا تفعلواالزنا “Jangan engkau melakukan zina”.

Imam Ali as-Shabuni dalam Shafwatut Tafasir menjelaskanالنهي عن القرب ابلغ من النهي با الفعل “Larangan untuk menjauhi lebih tegas dan keras daripada larangan untuk melakukan”. Maksudnya “Janganlah kamu mendekati perbuatan yang dapat menghantarkan kepada zina seperti memegang, memandang, mencium, merayu dsb”.

Timbul pertanyaan, bagaimanakah perilaku kehidupan di negeri ini jika kita kaitkan dengan maksud ayat tadi?

Alhamdulilah hadirin, para pemuda kita masih banyak yang memiliki iman yang kuat, akhlak yang bermartabat dan pergaulan yang sehat. Salah satunya terbukti tidak sedikit anak-anak muda kita yang masih aktif di majlis-majlis ta’lim. Tidak sedikit anak-anak muda kita yang gemar mengikuti studi-studi keislaman, tidak sedikit anak-anak muda kita yang bergabung dengan organisasi-organisasi yang berbasiskan agama, seperti IRMA, HMI, PMII, KAMMI, PII, bahkan akhir-akhir ini kita ikut bahagia dengan munculnya istilah “ikhwan dan akhwat” sebagai simbol dari pemuda-pemudi yang taat beragama.

Namun sayang, tidak sedikit para pemuda kita yang perilakunya memalukan, memilukan sekaligus mengkhawatirkan. Lihatlah, tidak sedikit anak-anak muda kita yang terbius dengan budaya mabuk-mabukan, tenggak wiski, brandi, sampagne, bluagne, martini, vodka, ao, mansen, KTI dan bir. Tidak sedikit anak-anak muda kita yang gemar melihat film-film porno, bacaan-bacaan porno gambar-gambar porno, vcd-vcd porno, sampai situs-situs porno. Tidak sedikit anak muda kita yang hobi melakukan judi, remi, domino, kasino, jisong, mahyong, gapleh, forty one dan kiu-kiu. Tidak sedikit anak-anak muda kita yang terbiasa berpacaran, bermesraan, berciuman, bahkan berhubungan badan tanpa diikat tali pernikahan, na’udzubillah….!

Rasulullah saw. mengancam:

اذا ظهر الزنا والربا في قرية فقد احلوا لأنفسهم عذاب الله

“Apabila perzinaan dan riba telah merajalela di suatu negeri berarti telah halal bagi mereka azab Allah. ”

Pantas, Prof. Dr. Sarlito Wirawan, guru besar psikologi UI, melaporkan “berdasarkam hasil penelitian kami tentang kejahatan seksual di kalangan kaum terpelajar dan mahasiswa di kota-kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Yogyakarta, ternyata dari 1000 responden, hasilnya 67,61% pernah berpacaran, 62% pernah berpelukan, 54% pernah berciuman, 38% pernah raba-rabaan, 20,05% pernah berhubungan badan, bahkan 9,56% pernah menggugurkan kandungan”.

Oleh karena itu, kewajiban kita saat ini harus menyelamatkan generasi muda dari penyakit pergaulan bebas dan perzinaan. Apa yang harus dilakukan generasi muda agar terhindar dari pergaulan bebas dan perzinaan? Jawabannya kita renungkan firman Allah dalam surah an-Nur ayat 32:

QORI/QORI’AH:

وانكحوا الايام منكم والصالحين من عبادكم وإمانكم إن يكونوا فقراء يغنهم الله من فضله والله واسع عليم. (النور/٢٤:٣٢)

SARITILAWAH:

Artinya: “Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

PENSYARAH:

Hadirin rahimakumullah……..

Sejalan dan sejalin dengan maksud ayat tadi, Rasul bersabda:

يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج فانه أغض للبصر وأحصن للفرج

“Hai para pemuda, apabila kamu sudah ba’at, hendaklah kamu menikah, karena menikah  itu dapat menahan pandangan dan menjaga kemaluan, dan apabila kamu tidak mampu untuk menikah, hendaklah kamu berpuasa, karena itu merupakan benteng kemaksiatan.”

Dengan demikian hadirin, dapat ditegaskan salah satu langkah solutif untuk menyelamatkan generasi muda kita dari pergaulan bebas adalah dengan menikah. Berkaitan dengan hal tersebut, Dr. Muhammad Fauzil Adhim dalam bukunya “Indahnya Pernikahan Dini” mengatakan, menikah merupakan gerbang untuk membentuk keluarga yang sakinah, menciptakan anak-anak yang shaleh dan shalehah, mencetak masyarakat yang marhamah, yang mampu melahirkan Baldah Thayyibah, sebaliknya hidup bersama di luar nikah hanya akan melahirkan berbagai masalah dan kerusakan baik dari pasangan terlebih bagi anak-anak yang dilahirkan.

Oleh karena itu, kami meghimbau kepada generasi muda, saya, hadirin dan seluruh anak-anak muda pertiwi ini, jika sudah cukup umur dan tidak mampu menahan godaan syahwat maka segeralah untuk menikah, sebab menikah dapat menyelamatkan diri dari dan pergaulan bebas dan perzinaan. Sebagai balasannya Allah menjanjikan ampunan dan pahala yang berlimpah ruah. Hal ini Allah jelaskan dalam surah al-Maidah ayat 9:

QORI/QORI’AH:

وعدالله الذين امنوا وعملواالصالحات لهم مغفرة وأجر عظيم

SARITILAWAH:

Artinya: “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”

PENSYARAH:

Saudara, sebangsa setanah air…….

Dengan demikian, dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa pergaulan bebas dan perzinaan merupakan salah satu penyakit masyarakat di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, agar pergaulan bebas dan perzinaan tidak terus meraja lela, hendaknya kita membentengi diri dengan segera menikah. Sebagai penutup kami menghimbau kepada generasi muda: lebih baik menikah daripada berzina, menikah adalah ibadah, berzina adalah dosa, lebih baik menikah dini daripada berzina dini. Dan terakhir marilah kita berdoa semoga Allah memberikan kekuatan kepada anak-anak muda kita agar terhindar dari pergaulan bebas dan perzinaan, Allahumma amin…. Demikian dan sekian

والسلام عليك ورحمة الله وبركاته

You may also like...

2 Responses

  1. Irpan says:

    Numpang share, tuk latihan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *