Meraih Ats Tsabat dengan Surat Ali Imron

Spread the love

Notulensi Kajian SIRUP (Siraman Ruhani Penyegar Iman)

Hari/Tanggal : Senin, 18 Januari 2016

🎤Pemateri : Ustadz Dr. Wido Supraha
🔊 Moderator : Dede Budiman
✏ Notulen : Fauzi
Tempat : Group Silaturahim F14
Tema : Meraih ats-tsabat bersama surat Ali Imron.
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحمد لله نستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله

🍀 🔶🍀 🔶🍀

Segala puji milik Allah. Kami memohon pertolongan-Nya dan mohon ampun kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal kami. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menyesatkannya dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang dapat memberikannya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku mengesakan-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya, tidak ada nabi setelah Dia.

Puji syukur alhamdulillah marilah kita senantiasa panjatkan kehadirat Allah SWT , atas limpahan rahmat,taufiq,hidayah dan inayahnya pada kita semua.
Hingga sampai saat ini kita masih diberikan nikmat iman,islam,dan kesehatan sehingga pada malam ini kita dapat berkumpul bersama dalam acara SIRUP (Siraman Ruhani Penyegar Iman) Kormin.

Tema : Meraih ats-tsabat bersama surat Ali Imron.
Narsum : Ustadz Dr. Wido Supraha

🍀 🔶🍀 🔶🍀

Tidak lupa sholawat dan salam,semoga Allah SWT senantiasa curahkan pada jungjungan kita nabi besar Muhammad sholalohu ‘alaihi wassalam ,beserta keluarga dan para sahabatnya. Beliau adalah nabi sholalohu ‘alaihi wassalam yang membawa syafaat Allah.dan mudah mudahan kita selaku umatnya mendapatkan syafaatnya pula di yaumil akhir.amiin..aamiinn…

Berikut biodata Ustadz Dr. Wido Supraha

Dr. Wido Supraha.
Owner galeriusroh.net.
Mengambil kajian bahasa Arab dan Ulumuddin di Ma’had Al Hikmah, Ma’had Al Falah dan LIPIA.

Melanjutkan pendidikannya pada Program Kajian Islam dan Wilayah Timur Tengah di UI, dan kemudian terpilih dalam Program Kaderisasi 1000 Ulama Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia yg dikhususkan di bidang Pemikiran dan Pendidikan Islam pada Program Doktoral UIKA Bogor dibawah pembinaan langsung Prof. Dr. Didin Hafidhuddin dan Dr. Adian Husaini.

Sudah menikah dengan 1 istri Dan dikaruniai 4 orang mujahid (insya Allah), tinggal di Perum Beji Permai D9 Tanah Baru Beji Depok.

🍀 🔶🍀 🔶🍀

Dalam hal ini perlu kita fahami apa makna ATS-TSABAT, dan apa kaitannya dengan Surat Ali ‘Imran.
🍀
Ats-Tsabat secara mudahnya bermakna keteguhan, konsistensi, mengandung unsur sabar, dan ketenangan, ada unsur merasakan kenikmatan, sehingga ingin terus menerus berada di dalamnya hingga menyelesaikannya atau diselesaikan.
🍀
Dalam terma ats-Tsabat ada makna kesungguhan di dalamnya. Bersungguh-sungguh di dalam meraih tujuan utamanya, meskipun selama usahanya membutuhkan waktu yang amat lama, tahapan demi tahapan yang banyak, dan ujian maupun cobaan yang begitu beragam.
🍀
Antum bisa simak Quran Surah al-Ahzab ayat ke-23 dalam hal ini.
🍀
Bahwa di antara manusia ada yang menepati janji mereka kepada Rabb mereka. Dalam menepati janji tersebut bahkan ada di antara mereka yang gugur syahid, namun ada pula sebagian lagi yang menunggu-nunggu kapan waktu mereka untuk gugur syahid, namun selama masa penantian tersebut ia tidak pernah sekalipun mengubah janjinya untuk sentiasa dikenal sebagai perindu syahid.
🍀
Mungkin bagi sebagian manusia, kalau berbicara waktu akan segera teringat bahwa ‘waktu adalah uang’, tapi bagi para perindu syahid, waktu sejatinya adalah bagian dari solusi (al-waktu juz-un min al-‘ilaaj), bagian dari upayanya untuk terus meningkatkan maqamnya di hadapan Rabbul ‘Izzati wal Jalalah.
🍀
Hal ini karena ia telah berada pada tingkat keyakinan yang penuh, tanpa keraguan sedikitpun, bahwa memang tiada pilihan lain bagi dirinya kecuali berada pada sebuah jalan, yang jalan itu diyakininya penuh dengan keberkahan dan keridhaan-Nya. Jalan yang menyediakan balasan terbaik yang amat besar dan sangat menarik hatinya, sehingga ia pun tetap fokus berada di dalam jalan tersebut.
🍀
Begitu pentingnya fokus dalam menjalani sesuatu, dalam apapun itu, namun dalam konteks ini, fokus untuk sentiasa berada dalam SHIRAT AL-MUSTAQIM. Sehingga Nabi kita yang mulia (Sha), sampai memvisualisasikan pelajarannya di atas pepasir, dengan menggariskan bahwa inilah jalan yang lurus itu, fokus lah untuk mengikutinya, dan jangan terkecoh dengan panggilan kiri dan kanan yang melenakan, jangan terkelabui dengan panggilan kiri dan kanan yang menyediakan kenikmatan semu, karena di jalan SHIRAT AL-MUSTAQIM tersedia kenikmatan sesungguhnya nan abadi.

🍀 🔶🍀 🔶🍀

Inilah tingkat keteguhan untuk tujuan hidup yang tertinggi. Bersama ruh ini, kita bisa aplikasikan dalam seluruh aktivitas kebaikan yang telah kita mulai. Jangan pernah berhenti sebelum manusia meraih hal terbaik dari apa yang telah ia mulai.
Maka dalam konteks ini, ATS-TSABAT memiliki unsur SHABR, dan ketika berbicara SHABR, minimal ia memiliki 3 dimensi: 1) Sabar dalam ketaqwaan; 2) Sabar dalam menjaga diri dari kemaksiatan; 3) Sabar ketika diujikan dengan musibah pada kesempatan pertama.
🍀
Kalau begitu, apa kaitannya dengan surat Ali ‘Imran?
🍀
👉Pertama, yang harus dipahami, bahwa setiap ayat di dalam sebuah surah, atau antara surah dengan surah, atau ayat dengan surah, memiliki kesatuan makna yang saling menguatkan. Inilah keindahan Al-Qur’an.
🍀
👉Kedua, nama dari sebuah surah perlu ditadabburi karena ia merupakan topik utama yang mengandung banyak pelajaran
🍀
👉Ketiga, karena ternyata di dalam surah ini mengandung banyak pelajaran ATS-TSABAT
👉Apa yang membuat seseorang berada pada sebuah jalan? PETUNJUK (Al-HUDA)
👉Apa yang membuat seseorang tetap berada pada sebuah jalan? PETUNJUK (AL-HUDA)
👉Untuk apa seseorang berada di dalam sebuah jalan? PETUNJUK (AL-HUDA)
🍀
Setiap hari, muslim berdo’a kepada Allah Swt untuk memohon AL-HUDA. Betul?
اللهم اهدنا صراطك المستقيمة…..
Setelah manusia memujinya, menegaskan penghambaannya, ia berdo’a : IHDINA
Berikan kami HUDA
Dan ternyata Allah Swt segera menjawab di dalam Q.S. Al-Baqarah, ‘Fiihi HUDA”
Dan ternyata Allah Swt membimbing kita di dalam Q.S. Ali ‘Imran untuk sentiasa memohon agar HUDA itu tidak tercerabut, “Rabbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa ba’da Idz HADAItanaa …..”
Maka sudahkah kita membaca do’a ‘IHDINA’ itu dengan seluruh kekhawatiran bahwa do’a kita tidak dikabulkannya, dengan seluruh pengharapan lirih bahwa do’a kita dikabulkannya ….. (Introspeksi Diri)

🍀 🔶🍀 🔶🍀

Selanjutnya … jika antum perhatikan, Surat Al Fatihah diakhiri dengan do’a, ternyata Surat Al Baqarah pun diakhiri dengan do’a (Rabbanaa Laa tahmil ‘alainaa ….), dan ternyata Surat Ali ‘Imran pun diakhiri dengan do’a setelah manusia diminta untuk sentiasa ingat kepadanya (Rabbanaa innaka man tudkhilinnaara faqad akhzaitah ….)
🍀
Inilah mengapa Nabi Saw mengajak umatnya, ‘TA’ALLAMUU, Pelajarilah kedua surat ini.’, dua surat yang disebut dengan ZAHRAWAAN, dua surat yang bercahaya.
🍀
💡Perlu antum ketahui, bahwa Surat Ali ‘Imran diturunkan setelah Surat Al-Anfal, namun disusun setelah Surat Al-Baqarah.
🍀
💡Perlu antum ketahui, bahwa Surat ini bukan diturunkan kepada manusia yang baru mengenal Islam, tapi Surat ini diturunkan 20 tahun setelah masa kenabian. Diturunkan kepada manusia yang sudah melewati ragam tribulasi dakwah!
Dan ternyata seluruh isinya berkaitan dengan ATS-TSABAT (Keteguhan), dan ternyata semakin lama manusia ber-Islam, ia tetap perlu dikuatkan motivasinya agar sentiasa di dalam AL-HUDA.
🍀
Ini yang membuat bahwa tema ATS-TSABAT akan selalu relevan dalam seluruh umur-umur kita, karena umumnya manusia dalam berjalan menuju SHIRAT AL-MUSTAQIM sering terganggu karena dua hal, kita sebut saja FAKTOR INTERNAL dan FAKTOR EKSTERNAL.
🍀
👉🏻Kita sebut Faktor Internal, karena biasanya Ats-Tsabat terganggu karena sesuatu yang datang dari dalam diri, mungkin berwujud pemikiran ‘menyimpang’ karena berpikir mendalam tapi tidak di bawah naungan wahyu.
🍀
👉🏻Kita sebut Faktor Eksternal, karena biasanya Ats-Tsabat terganggu karena faktor-faktor dari luar dirinya. Bukan berarti manusia meninggalkan jalan AL-HUDA, tapi mungkin ia sekedar TIDAK MEMPRIORITASKANNYA, karena kesibukannya di dunia mengejar harta, tahta dan wanita.
🍀
Allah Swt sangat mengetahui fitrah manusia tersebut, maka membaca Surat Ali ‘Imran perlu memahami bahwa surat ini memberi ruang dialog dan obat untuk kedua persoalan tersebut, dan hal ini dapat kita lihat bahwa FAKTOR INTERNAL dirangkum dalam ayat 01-120, dan FAKTOR EKSTERNAL dirangkum dalam ayat 121-200.
🍀
Apa hal besar yang diangkat dalam kedua bagian besar itu dalam konteks Surat Ali ‘Imran?
🍀
Berbicara tentang Faktor Internal akibat pemikiran yang terganggu, Allah Swt mengangkat kisah 60 Nasrani ditemani 10 pemuka agamanya untuk berdebat dengan Nabi Saw terkait konsep Isa a.s sebagai Nabi.
🍀
Berbicara tentang Faktor Eksternal akibat gangguan luar yang membuatnya tidak memprioritaskan tujuan utamanya, Allah Swt mengangkat kisah Perang UHUD.
Islam adalah agama Ilmiah dan Dialog, disinilah KASIH dan DAMAI Islam.
Hal itu tercermin, betapa perbedaan pemikiran antara Nabi Saw dan 70 orang Nasrani adalah 180 derajat, namun Nabi Saw mencontohkan betapa akhlaknya dalam melayani tamunya sangat-sangat luar biasa. Dengan penuh hikmah Nabi Saw mengajarkan Nasrani logika berpikir yang benar, mulai dari permisalan-permisalah sederhana, mulai meningkat medium, hingga puncaknya ketika tidak ada kata sepakat, muncullah MUBAHALAH!
Dan TERNYATA … setelah itu Allah tutup pembicaraan itu dengan konsep SABAR, baca ayat 120!
Ingat bahwa mujahid perang UHUD adalah Alumni BADAR, profesionalitasnya luar biasa, tapi tetap SABAR menjadi penting, maka Allah tutup pembicaraan itu, bahkan surat itu, dengan konsep SABAR, baca ayat 200!
Wahai orang-orang beriman, bersabarlah, dan bantulah sekitarmu untuk bersabar, dan tetaplah, teguhlah, profesionallah, dalam amanah, tugas, beban yang dipercayakan kepadamu!
Ya bahwa ALIF LAM MIM (Bukan judul film Indonesia), terkadang dimaknai sebagai nama Surat, Nama Ayat, atau huruf-huruf muqotha’ah tanpa makna, tapi juga para ulama mengingatkan bahwa ALIF LAM MIM adalah juga huruf-huruf Arab yang digunakan oleh orang-orang Nasrani sehari-harinya. Maka kalau memang mereka mampu, cobalah buat surat yang memiliki ruh seperti AL-HUDA! Padahal AL-HUDA itu telah diwahyukan dengan ruh bagi para pembacanya!
🍀
Hanya di surat ini kemudian ditegaskan secara berulang bahwa ISLAM BUKAN AGAMA YANG PALING BENAR, setuju?
🍀
Maka Teguh pada Prinsip, Kebenaran, Kebahagiaan, dan Cahaya adalah rahasia KESUKSESAN!
🍀
Maka untuk mencapai ATS-TSABAT itu, minimal ada 5 (LIMA) hal yang bisa kita lakukan:
💡1) Banyak berdo’a dan berlindung kepada-Nya, banyak sekali do’a bertaburan menyelingi setiap pelajaran di surat ini, diantaranya WA TSABBIT AQDAAMANAA (TEGUHKAN/TETAPKAN PENDIRIKAN KAMI);
💡2) Banyak beribadah, karena ibadah adalah ruh dan sumber motivasi;
💡3) Dakwah, karena dakwah melibatkan dialogis, mau’izhah, semangat menuntut ilmu, memindahkan fikrah dalam otak manusia dari situasi kepuasan (qana’ah) kepada wilayah identitas (hawiyah) dan loyalitas (intima’);
💡4) Menghayati betapa jelasnya tujuan hidupnya; dan
💡5) Ukhuwah.

🍀
Maka inilah rahasia mengapa surat ini dinamakan ALI ‘IMRAN, karena Allah Swt telah mengangkat dua figur wanita terbaik (Istri ‘Imran, dan Maryam) sebagai contoh keteladanan dalam ATS-TSABAT! Bahkan karena keteguhannya, Nabi Zakaria a.s. pun belajar kepada Maryam, karena wanita terkadang dapat dijadikan contoh sebagai SIMBOL KETEGUHAN, maka jangan lupa, setelah surat Ali ‘Imran, dihadirkan Surat An-Nisa’ (WANITA).

🍀 🔶🍀 🔶🍀

✴ Akh Muhyidin
Ana mau Tanya ustadz, pelajaran apa saja terkait ats tsabat dari istri Imron?

Jawab ➡:

Akh Muhyiddin, semoga Allah sentiasa menjadikan antum sebagai penghidup agama. Istri ‘Imran punya obsesi besar memliki anak yang MUHARRARAN, anak yang tulus menjadi PENGABDI kepada Allah, bahkan bercita-cita agar anaknya kelak dapat membebaskan Al-Aqsha dari kekuasaan Romawi yang sewenang-wenang. Maka tepat kiranya jika ia dinobatkan sebagai simbol keteguhan dalam hal FIKRAH, meskipun setelah mengetahui bahwa ternyata anak yang dilahirkannya adalah BUKAN LAKI-LAKI! Disini kemudian ia tetap tidak merubah komitmennya untuk berupaya merealisasikan NADZAR-nya untuk melahirkan anak MUHARRARAN.

✴ Akh Sugi

Hanya di surat ini kemudian ditegaskan secara berulang bahwa ISLAM BUKAN AGAMA YANG PALING BENAR, setuju?

#tanya ustadz:
maksudnya bagaimana kata2 tersebut diatas 👆🏻, mohon penjelasannya.

Jawab ➡:

Akh Sugiatno, ini bagian dari SEMANTIC GAMES, inti dari GHAZWUL FIKR. Ketika kita tidak setuju dengan kalimat “ISLAM BUKAN AGAMA YANG PALING BENAR”, bermakna kita setuju ADA AGAMA LAIN YANG BENAR, namun yang PALING BENAR di antara YANG BENAR, adalah ISLAM.
Sementara Surat Ali ‘Imran, menegaskan bahwa Islam adalah agama yang BENAR, konsekuensinya adalah bahwa agama yang lain TIDAK BENAR.
Konsekuensi logis jika Agama lain tidak benar, maka seluruh amal pengikutnya pun TERTOLAK.
Di atas ana tuliskan kalimat, “Maka Teguh pada Prinsip, Kebenaran, Kebahagiaan, dan Cahaya adalah rahasia KESUKSESAN!”, 4 kata ini, PRINSIP, KEBENARAN, KEBAHAGIAAN, CAHAYA, merujuk kepada AL-HUDA, dan itu hanya satu, dan itu rahasia mengapa Allah Swt selalu menggunakan kata TUNGGAL, sementara untuk seluruh lawan dari 4 hal di atas, Allah Swt menggunakan terma Jama’ (PLURAL)

✴ Akh Sugi G657
apa hubungannya surat Ali ‘Imran dgn surat An Nisaa’ dan Pokok2 isi dari surat Ali ‘Imran itu apa saja ustadz….

Jawab ➡:

Akh Sugiatno, Surat An-Nisa’ adalah kelanjutan manusia untuk sentiasa menghayati keutamaan dan keberadaan wanita di sekitarnya. Ia adalah makhluk yang harus dimuliakan, disayangi, dan dihormati, dan dapat diambil keteladanannya dalam banyak hal.
Adapun pokok-pokok isi dari surat Ali ‘Imran, telah ana tuliskan dalam seluruh materi di atas 😀

🍀 🔶🍀 🔶🍀

Saatnya bersama-sama kita tutup majlis yg mulia ini dengan membaca :
Istighfar
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ
Hamdalah
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Dan do’a kafaratul majlis
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَ
نْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Majlis yg mulia ini kita tutup

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *